24 Aug 2010

Analisa Foto Perampokan Bank di Medan

Karena pemuatan berita tentang perampokan di medan, saya kebanjiran email yang menanyakan seputar peristiwa tersebut.
Saya juga bingung, kok malah nanya saya? Padahal saya sudah bukan katsa yang kerja di mossad lagi.. xixixixi..Just kidding!
Mungkin karna saya sering patroli malam, keluyuran gak jelas kali ya, jadi dianggap banyak informasi. Padahal patrolinya cuma di Gotham City dan dialam impian! huahahaha..
Semua pertanyaan dan jawaban di email saya rangkum disini.
Semoga bisa jadi dongeng sebelum tidur, karna cape bacanya dan bikin ngantuk.. hehehe..

Here we go:

Kira-kira siapa yang mengambil foto perampokan tersebut?
-Seseorang di ruko lantai atas diseberang jalan.
Kemungkinan orang itu hobi fotografi karena diperkirakan kameranya profesional.
Orang-orang penghuni ruko tersebut dan warga sekitar kayaknya ada yang tahu siapa orang tersebut.
Kemungkinan polisi juga sudah tahu, cuma tidak diekspos, karena berbahaya bagi si pemotret.

Kenapa ya, dia gak jual foto-foto tersebut? kan bisa laku mahal tuh?!
-Demi keamanan dia sendiri. Dikhawatirkan ada anggota perampok yang balas dendam karena aksinya direkam. Dia juga bisa disalahkan karena membiarkan perampokan itu terjadi. Bukannya langsung lapor polisi, tapi malah sibuk foto-foto. Padahal kejadiannya cukup lama. Harusnya dia langsung lapor polisi, dan juga warga sekitar untuk paling tidak membuat penghalang jalan agar para perampok kesulitan melarikan diri.
Mungkin faktor-faktor itu yang membuat dia menutup diri.

Apakah pelaku perampokan saling mengenal satu sama lain?
-Kemungkinan besar tidak. Dan harusnya jangan saling kenal.
Terlalu beresiko. Jumlah 16 orang terlalu berbahaya untuk saling mengenal.
Soalnya kemungkinan salah satu orang "bernyanyi" akan lebih besar.
Jika kelak para pelaku tertangkap, dan ternyata mereka saling mengenal atau bahkan teman dekat, berarti mereka sangat bodoh dan kurang cermat :)

Kalau mereka tidak saling mengenal, bagaimana mereka bisa kompak begitu?
- Inilah peran koordinator. Kemungkinan mereka terdiri dari beberapa kelompok kecil yang tidak saling mengenal dengan anggota kelompok lain.
Tiap kelompok punya koordinator. Dan tiap-tiap koordinator ini yang saling berhubungan,
melaporkan kondisi kelompok masing-masing. Salah satu koordinator ini ada yang berhubungan
langsung dengan "bos besar", dengan kata lain dia adalah tangan kanan si bos.
Mereka merumuskan jam berapa mereka akan beraksi, dan akan kemana rute kaburnya.
Kemudian masing-masing koordinator menyampaikan ke kelompoknya masing-masing.

Bagaimana dia bisa membedakan mana teman kelompoknya, kan muka mereka tertutup rapat?
- Kemungkinan ada ciri khususnya masing-masing kelompok.
Misalnya, kelompok A memakai sarung tangan hitam, kelompok B memakai sarung tangan abu-abu.
Dari analisa foto-foto yang beredar, saya melihat ada perbedaan sarung tangan yang dipakai.
Mungkin cuma kebetulan saja kalau para perampok yang bersarung tangan abu-abu membonceng sesama abu-abu, dan sarung tangan hitam bergabung dengan yang memakai sarung tangan hitam juga.
Jika ternyata mereka saling mengenal, bukan hal yang sulit untuk membedakan teman yang satu dengan yang lain. Mana mungkin seorang teman tidak mengenal sosok tubuh temannya cuma gara-gara helm ;)

Dimana kira-kira mereka berkumpul, merencanakan perampokan ini?
-Ditempat dimana orang-orang bisa berkumpul tanpa dicurigai. Misalnya, kafe, klub motor, klub airsoftgun, dan juga tempat-tempat olahraga umum, seperti GOR, tempat tenis, futsal, atau dihutan atau bahkan puncak gunung, dimana sangatlah umum berada dihutan atau gunung secara berkelompok. Sangat aneh jika kita melihat hanya ada satu orang pendaki gunung, misalnya ;)
Dari postur tubuh dan gerakannya yang gesit, mereka pasti rajin berolahraga sebelum beraksi.
Tapi dijaman internet ini, harusnya mereka menggunakan media chatting online untuk berkomunikasi.

Peran ISP atau penyedia layanan internet juga penting, diharapkan bisa mengecek log-log chatting dengan menggunakan keyword tertentu yang berhubungan dengan perampokan ini. Walapun bahasa yang digunakan telah disandikan, misalnya "bank" menjadi "celengan".
Namun bukan tidak mungkin ada kecerobohan penulisan chat yang "apa adanya".

Saya lihat difoto-foto perampokan yang beredar, ada plat motor yang kelihatan jelas. Bagaimana melacaknya?
-Percuma melacak plat nomor. Kemungkinan besar plat palsu, motor sewaan, atau motor curian.
Tidak mungkin mereka sebodoh itu.
Bagi semua pemilik rental motor, tolong perhatikan foto-foto motor yang digunakan pelaku.
Siapa tahu itu motor anda! Kalau iya, segera laporkan ciri-ciri orang yang menyewa.

Bagaimana cara menangkap mereka?
-Cari informasi sebanyak-banyaknya tentang ciri2 mereka, dari fisik, jaket, helm, maupun motor. Siapa tahu, salah satu dari mereka ada yang anggota klub motor, atau bahkan tukang ojek untuk bagian "transporter"nya.
Selihai-lihainya mereka, pasti ada kecerobohan walaupun kecil.
Misalnya, jaket, sepatu yang harusnya dibuang, malah disimpan, atau dipakai lg, dan kemudian ada yang mengenali.
Bisa juga ada anggota yang ceroboh membelanjakan uangnya, atau gerak-geriknya tidak seperti biasanya.

Siapa bos besar ini?
-Tidak tahu. Yang jelas dia punya hubungan dengan oknum militer, baik TNI atau polisi,
sebagai sumber pengadaan senjatanya. Tidak mungkin orang biasa yang berduit banyak sekalipun yang dengan mudahnya beli senjata tanpa ada koneksi dan kenalan orang yang biasa berhubungan dengan senjata.
Kemungkinan besar komplotan ini berhubungan dengan salah satu kelompok di Aceh.

Bagaimana antisipasi kejadian serupa dibank-bank lain?
-Untuk bank yang belum memiliki sistem "Silent Alarm", pasanglah segera.
Tempatkan tombol alarm didekat kaki kasir, jadi kalau ada perampokan, langsung injak diam-diam.
Tambah jumlah kamera CCTV, tingkatkan kualitasnya. Jadi hasil rekaman lebih jernih dan tajam.
Online-kan kamera cctv lewat live streaming ke pos polisi terdekat. Jadi jika ada kejadian serupa, pihak polisi langsung melihat dan segera menuju kelokasi.
Memang hal ini butuh biaya agak banyak, tapi jauh lebih kecil nilainya daripada uang yang dirampok, dan juga kemungkinan jatuhnya korban jiwa.
Tambah pula personel Brimob yang bersenjata.

Bagaimana sebaiknya peran media dalam hal ini?
-Sebaiknya terus siarkan berita dan foto-foto perampokan ini secara kontinyu, siapa tahu ada masyarakat yang mengenali dari fisik maupun lainnya.
Sebetulnya dari awal, buatlah berita palsu tentang jumlah uang yang dirampok. Misal uang yang hilang 400juta, tulislah 1,5milyar atau berapa milyar, agar para anggota perampok yang tidak melihat langsung proses penghitungan uangnya menjadi saling mencurigai kecurangan temannya. Dengan adanya perpecahan intern kelompok ini, akan lebih mudah terbongkar.

Untuk kedepannya, media jangan terlalu mengekspos berita-berita tentang perkembangan penyelidikan polisi, tentang daerah-daerah yang tengah dicurigai. Dikhawatirkan mereka segera kabur dari tempat yang sudah dicurigai tersebut.
Jangan sampai para perampok ini mengetahui sejauh mana sebenarnya polisi sudah mengendus keberadaan mereka.
Beritakanlah hanya pada foto-foto dan berita umumnya saja.
Soalnya hampir dipastikan, mereka terus memantau berita tentang perkembangan situasi yang ada lewat berbagai media, baik koran, televisi, maupun internet setiap hari!

Bagaimana peran pihak bank untuk membantu pihak polisi mengungkap kasus ini?
- Pihak bank bisa cek rekening-rekening nasabah 1-3 bulan terakhir.
Saya menduga, salah satu anggota komplotan perampok ada yang membuka rekening tabungan disitu, dengan tujuan untuk melihat lokasi secara langsung dari dalam bank.
Mungkin dia menggunakan kamera hp untuk mengambil gambar ketika sedang menunggu.
Kemungkinan dia datang di jam-jam sibuk, jadi dia bisa antre sambil mengambil gambar kondisi bank. Soalnya ketika beraksi, mereka tidak canggung lagi, dan tanpa ragu melompati meja teller. Jadi benar-benar sudah matang dan detail rencananya. Mereka juga kemungkinan telah melakukan simulasi perampokan ini berulang-ulang.
Cek aja di jam-jam sibuk nasabah mana aja yang bertransaksi dalam 1-3bulan terakhir, dengan nilai transaksi yang kecil.

Bagaimana jika saya mengenali seseorang di foto tersebut?
- Laporkan pada polisi untuk dilakukan pengintaian dan penyelidikan lebih lanjut. Mintalah identitas anda dilindungi untuk keselamatan anda.

Benarkah pelaku perampokan cuma 16 orang?
-Untuk eksekutor dilokasi perampokan, mungkin cuma 16 orang. Tapi totalnya bisa lebih dari itu.
Kemungkinan ada anggota lain yang bertugas jadi informan di tiap perempatan jalan misalnya, dan juga didekat kantor polisi terdekat dengan lokasi. Tujuannya, jika ada indikasi mobil polisi bergerak ke lokasi, dia bisa segera memberitahu kawan-kawannya yang sedang beraksi. Komunikasi bisa lewat hp masing2, ditempel ditelinga yang tertutup oleh helm gelap.

Untuk polisi dan masyarakat disekitar lokasi-lokasi ini, bisa diingat-ingat apakah ada orang yang mencurigakan.
Misalnya berjalan mondar-mandir tanpa tujuan, apa ada pembeli makanan yang makan sambil melihat-lihat sekitar dengan muka tegang, dan hal-hal yang "tidak biasanya" pada hari kejadian.
Saya yakin titik terang kasus ini suatu saat muncul berkat adanya laporan salah seorang warga masyarakat.

Apakah ada kemungkinan terjadi peristiwa serupa?
- Ada. Selalu ada "copycat" atau peniru untuk suatu peristiwa atau kejahatan.
saya khawatir kejadian ini menginspirasi para perampok lainnya untuk beraksi seperti pelaku kemarin. Karena perampokan ini dinilai "cool" dan "keren" oleh beberapa orang.
Semoga polisi dan pihak bank bertindak lebih cepat mengantisipasi hal ini.
Perampok maju satu langkah, polisi berlari lima langkah :)

Demikian analisa ngawur saya. Jangan kirim email lagi tentang masalah ini. ;)

1 komentar:

Belajar Bahasa Arab said...

ngeri... perampokan pakai alat canggih nih. semoga tidak ada dikampungku.

Label's

Blog Archive

What's up doc?



Tebak Hari Lahir

When were you born?

Powered by Blogger.

Followers


 

Design by Blogger Buster | Distributed by Blogging Tips