27 Jan 2011

Tak Semua Crop Circle Buatan Manusia

 Tak selamanya crop circle dibuat manusia. Pada 6 Juli 2009, seorang saksi menyaksikan makhluk asing di lokasi crop circle di Silburry Hill, Wiltshire, Inggris. Wiltshire merupakan wilayah dengan "jejak alien" terbanyak, yang kemunculannya lebih dari 12 titik setiap musim panas.

Saksi yang dirahasiakan namanya tersebut adalah petugas kepolisian dengan pangkat sersan. Usai bertugas, dia mendapati tiga sosok berdiri dekat sebuah crop circle.

Petugas itu lalu menghentikan kendaraannya dan mendekat. Sosok itu berwujud tiga laki-laki bertinggi sekitar 1,8 meter dengan rambut pirang. Saat didekati terdengar suara seperti listrik statis. Seketika, ketiganya ngacir dengan kecepatan luar biasa.

Pakar crop circle Andrew Russell, yang mewawancarainya, yakin petugas itu melihat makhluk luar angkasa. Dia menjabarkan kejadian yang dialami polisi itu.

Awalnya, makhluk asing itu disangka petugas forensik karena mengenakan pakaian terusan putih. Polisi itu menyaksikan tiga "orang" itu mengamati crop circle, yang baru terbentuk beberapa hari.

Dari pinggir ladang, polisi itu mendengar suara seperti listrik statis. "Suara itu seperti bergerak menyusuri ladang dan tanaman bergerak mengikuti arah suara," katanya.

Pada teriakan pertama, tiga sosok asing itu tidak mengubris. Namun saat si polisi memasuki ladang, ketiganya melihat dan langsung lari. "Kecepatannya lebih dari manusia mana pun," katanya. Mereka menghilang dalam sekejap mata.

Rekan Russell, Colin Andrews, yakin petugas itu berkata jujur. "Informasinya harus ditelusuri lebih lanjut," ujar pakar asal Amerika Serikat, yang meneliti crop circle sejak 1983 itu.

Kepolisian Wiltshire menolak berkomentar dengan alasan polisi itu sedang tidak bertugas.
 
Silang pendapat mengenai crop circle yang muncul di pesawahan di Sleman Yogyakarta mengusik Profesor Erry Hayatullah Al-Rasyid. Pakar fisika yang tinggal di Karawaci, Kota Tangerang, ini urun bicara.

Menurut dia, circle cropping itu adalah human creation. “Tak ada makhluk ruang angkasa iseng. Semua hasil karya itu masih menggunakan teori (sistem) cutting (teknologi bumi),” kata Erry kepada Tempo, Rabu (26/1).

Erry menjelaskan, baik teknologi hingga rancang bangun (model, desain) semua masih berada pada emosi manusia yang berhubungan dengan nilai spiritual yang animatic.

Sedangkan teknologi yang dipergunakan oleh makhluk ruang angkasa dalam hal gunting-menggunting (copping) diperkirakan adalah dengan sistem hitting. ”Teknik ini setidaknya sama dengan sistem membelah yang dilakukan air,” kata Erry.

Untuk memberikan pemahaman ini, Erry mengambil contoh jika semprotan air (konversi energi dari air) sebesar 900 bar saja bisa membelah baja lebih halus belahannya dibanding dengan di laser.

Menurut dia, tidak sulit untuk membuktikan apakah jejak crop circle itu buatan UFO atau mesin potong yang dilakukan tangan manusia. Dilihat dari hamparan potongan padi di Sleman yang menyerupai simbol-simbol tata ruang ritualma zenzen ini jelas tak rata. ”Persis potongan yang dilakukan oleh mesin potong rumput (cutting),” ujar Erry.

Pada umumnya, Erry menjelaskan, UFO mendarat meninggalkan jejak ledakan dengan lubang yang besar atau pusaran angin yang luar biasa.

Secara pribadi, kata Erry, dia menghargai kreasi bentuk dengan simbol animatic dalam skala yang cukup besar, bisa mencapai puluhan bahkan ratusan meter. Seperti yang terjadi di Texas misalnya, dengan kerumitan design ornamentik dan dengan simbolisma-sembilosma tertentu.

”Serumit apa pun karya itu, masih mampu dilacak pola dan sistemnya dengan teknologi bumi, juga bisa diketahui protype karya tersebut dan bisa diproduksi ulang (redusir),”kata Erry.

Ia mengimbau agar masyarakat menikmati saja karya itu tanpa harus bertikai kebenaran (tempo)

0 komentar:

Label's

Blog Archive

What's up doc?



Tebak Hari Lahir

When were you born?

Powered by Blogger.

Followers


 

Design by Blogger Buster | Distributed by Blogging Tips